Selasa, 02 Maret 2010

Direktori Usaha Budidaya dan Olahan Cacing Tanah

I. Penjual Bibit Cacing Tanah dan Olahan Cacing
  • Ir. Bambang Sudiarto, Jl. Sekeloa No. 12A/152C, Dipatiukur – Bandung, telpon : (022) 250867.
  • Kelompok Budidaya Cacing Tanah “Gandasari”, Jl. Plesiran II No. 35/25 Bandung, telp. No. (022) 2038236, 2039607
  • Koperasi Agribisnis Salman Mulia Bandung (Agrosa), Gedung Kayu lt. II Masjid Salman ITB, Jl. Ganesha 7 Bandung, Telp. No. (022) 2503645, 2530708, pesawat 308.
  • Hasan, Jl. Lapang II No. 8 Cikole Lembang Bandung – Jawa Barat Telp. No. 0816 534 542
  • PT Vermindo International. Jl. Kemandoran No. 55 Pekayon Jaya, Bekasi Selatan – Jawa Barat, Telp. No. (021) 8225230, 82429175, 70205520, 0815 100 742 00, fax. No. (021) 82423682 dan email :vermintcapsul@yahoo.com





II. Penjual Mesin Pengolahan
  • PT Capsulgel Indonesia, Jl. Flamboyant Am/5, Suarabaya – Jawa Timur, Telp. No. (031) 8674131
  • PT Kapsulindo Nusantara, Jl. Pancasila 1 RT 03/02 Cicadas, Gunung Putri- Cibinong Jawa Barat, Telp. No.: (021) 8671164, 8671168, 8672466, 8673327, Fax. No. (021) 8671168, 8677771
  • Toko Mesin Maksindo, Pusat Ruko Laguna 6-7, Jl. SP Sudarmo Malang, Telp. No. (0341) 4345981, 4345982, 4345983, 7770016, sms : 08123386165, fax. No. (0341) 4345980

III. Asosiasi
  1. Asosiasi Verma Indonesia, Jl. Budi Mulia RT 11 No. 59, Pademangan Barat – Jakarta Utara, Telp. No.: (021) 70018981, 99706522, Hp.: 081905909804
  2. DPP APVI (Asosiasi Pengusaha Vemi Indonesia) :
  • Bandung, Jl. Cibiru No. 45 RT 003/02, Cibiru – Bandung, Telp. No. (022) 7810761 (kontak : Ir. Amin Mahmud)
  • Tangerang, Jl. Raya Serang, Gg. Kebembem No. 69 Desa Balaraja, Tangerang, Telp. No. (021) 5454188 (Kontak : Yayan Sachyan)
  • Kuningan & Cirebon, Desa Cirea Mandirancam, Kab. Kuningan, Hp. No. : 08122359786 (kontak : Drs. Duriat).



Cara Membuat Obat dari Cacing

Bahan :
1 kg cacing segar (bisa digunakan untuk membuat sekitar 2000 kapsul)


Cara membuatnya :
  1. Cacing yang masih segar di cuci pada air yang mengalir
  2. Kemudian dicelupkan ke dalam air hangat, agar cacing mati
  3. Lakukan pengeringan cacing, bisa di jempur panas matahari ataupun digongseng di atas wajan
  4. Hancurkan cacing yang telah kering sehingga menjadi serbuk dengan mesin penggiling (misalnya blender)
  5. Masukan serbuk cacing pada alat pengisi kapsul atau isi kapsul yang sudah ada secara manual
  6. Lanjutkan proses dengan memasukan kapsul ke dalam botol dan tak lupa masukkan slica gel ke dalamnya agar tetap kering dan tidak lembab
  7. Tutup botol rapat-rapat dan kemas dengan kotak kemasan berlabel
  8. Obat alami dari cacing pun siap dipasarkan.


Cara Pemakaiannya :
  1. Untuk demam tinggi pada tipus, sebaiknya berikan 2 kapsul setiap 4 jam sekali. Barulah setelah demam turun diberikan dosis normal, misalnya 3 kali sehari @ 1 kapsul.
  2. Bagi orang sehat bisa saja mengkonsumsi obat ini, misalnya 1 kapsul/hari untuk membantu daya tahan tubuh.
  3. Pada luka borok, bisa diberikan dari dalam dan luar. Pemberian dari luar dengan membuka kapasul dan langsung menuangkan serbuk pada luka tersebut. Dijamin kulit yang tekena luka akan cepat mulus kembali.


TERNAK CACING

Jenis cacing tanah yang diternak antara lain :
• Lumbricus Rubellus
• Eisenia Feotida/Cacaing Harimau
• Cacing Perionix/Cacing Biru
• Cacing Afrika

Namun yang paling banyak dilakukan oleh peternak cacing adalah menernakan cacing jenis Lumbricus Rubellus, karena perkembangannya paling cepat. Jinis ini termasuk yang paling mudah perawatannya dan tidak gampamg stress jika kebanyakan air, panas maupun cahaya.


Persiapan Kandang

Cacing tanah bias hidup pada suhu udara 19 derajat celcius dan bias diternakan di semua daerah dengan kelembaban dengan optimal untuk pertumbuhan dan perkemabangbiakan cacing tanah antara 15-30%.

Hal pertama yang harus dilakukan dalam ternak cacing adalah pembuatan kandang dari bahan bamboo, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat. Kandang cacing ukuran 150 x 40 x 50 cm yang didalamnya dibuat rak-rak bertingkat, berupa rak kayu atau rak plastic sebagai media ternak cacing. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka), Model rak yang digunakan antara lain : rak dari bak plastic, kotak bertumpuk, rak pancing bertingkat atau rak pancing berjajar (rak pancing adalah rak yang berbahan terpal yang disusun bertingkat atau berjajar).


Pemilihan Indukan Cacing

Pilih indukan cacing untuk bibit berumur ±2-3 bulan dengan ciri indukan yang sehat antara lain cacing dewasa yang sudah memiliki gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan, tidak bau dan kelihatan segar. Masukkan bibit kedalam media tumbuh cacing berupa kotoran ternak sapi yang sudah diendapkan ±2 minggu.

Kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing Lumbricus Rubellus. “Masukan 1 kg cacing pada satu bak dari bahan kotak kayu atau wadah yang terbuat dari plastic maupun terpal dicampur 1 kg serbuk gergaji yang telah direndam dalam air untuk menghilangkan getah dan bau bibit cacing serta 3 kg kotoran sapi yang sudah diendapkan atau sudah menghitam.

Pakan diberikan setiap hari berupa ampas tahu atau ampas aren, kotoran sapi yang masih dalam kondisi segar atau masih berwarna hijau, kompos dari sampah pasar dan sampah organic rumah tangga. Perbandingan antara pakan, dan media (kotoran sapi diendapkan ) 1:3.

Dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur. Selanjutnya 7-10 hari masing-masing cacing menghasilkan 1 buah kotoran, kotoran berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon mengandung 2-20 telur tetapi yang dapat hidup rata-rata sekitar 4 ekor. Telur yang matang akan terlihat kekuningan, dan sebaiknya dipisahkan antara cacing induk dengan telurnya.

Pemisahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat penerangan karena cacing sangat sensitive terhadap cahaya, sehingga cacing akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing dengan medianya. Selain itu untuk proses yang lebih ekonomis dengan cara membalikan media lalu angkat indukan cacing dan dipindahkan ke media baru untuk diternakan lagi.

Untuk telur cacing yang tertinggal di media diberi pakan lagi hingga telur menetas. Setelah 1 bulan telur tersebut akan menetas menjdai anak cacing, kemudian setelah 2 minggu pisahkan anak cacing tersebut ke media baru. Media bekas anak cacing tersebut bisa dibuat menjadi pupuk kascing. Jadi selama ± 3 bulan akan dihasilkan 4 kg cacing siap jual dari 1 kg indukan. Lakukan penggantian media dalam jangka waktu 2 minggu selama masa pemeliharaan karena hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan produktivitasnya. Masa produktivitas indukan cacing paling lama 40 hari dengan fase bertelur 2 sampai 3 kali, terhitung setelah dewasa (siap bertelur), atau usia sekitar 2 bulan.


Hama Penyakit

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah, Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu, dan lain-lain. Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak, yang diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara di sekitar media diberi air cukup atau dilumuri oli dan minyak di bagian kaki-kaki rak dan pada media cacing.


Panen

Tampung cacing yang sudah berumur 3 bulan dikotak/wadah kayu/plastic yang berisi media (seperti campuran media pemeliharaan tetapi kapasitasnya lebih sedikit). Cacing terlebih dahulu didiamkan di penampuangan selama minimal 2 hari, kemudian cacing hidup di-pack sesuai standar dan siap untuk dikirimkan. Packaging yang digunakan berupa kotak/wadah yang terbuat dari kayu atau plastic yang diberi sekat dan lubang atau keranjang berlubang yang terbuat dari plastic sehingga cacing dapat tahan selama 5 hari perjalanan.



UNTUNG GEDE DARI USAHA CACING TANAH

  • Cepat Panen, dan mudah dikerjakan.
  • Pupuk dan Obat dari Cacing semakin dicari

Sekilas, cacing tanah tampak sebagai hewan yang menjijikan, namun siapa sangka di dalam tubuhnya tersimpan berbagai manfaat yang bisa mendatangkan peluang bisnis. Obat, pupuk organic dan pakan ternak bisa diolah dari cacing tanah, sehingga ternak cacing tanahpun semakin marak diminati. Masih besarnya permintaan yang belum terpenuhi baik dipasar local maupun pasar luar negeri menjadikan bisnis cacing tanah kian moncer. Terutama dengan semakin diminatinya produk pertanian organik yang pasti membutuhkan sarana pertanian termasuk pupuk organik. Selain itu cacing tanah juga ampuh dan berkhasiat terutama dapat mengobati penyakit tipus.
Cacing terbagi atas 2 golongan yaitu cacing darat/tanah dan cacing air, namun karena cacing tanah memiliki banyak manfaat yang bisa diambil, jadi cacing tanah ini lebih banyak diternakan. Cacing tanah dianggap sebagai hewan parasit, namun ternyata dibalik tubuhnya yang terlihat licin dan menjijikan itu tersimpan banyak manfaat yang bisa diambil. Misalnya sebagai pakan ikan, kotoran cacing tanah sebagai pupuk kompos dan pupuk cair, cacing tanah diolah menjadi oabt serta tepung sebagai bahan campuran kosmetik.

Khasiat yang dikandung cacing tanah juga bisa untuk meredakan beragam penyakit misalnya, tipus, asam urat, diare, borok, rematik, kanker, batu ginjal, liver hingga stroke.


Nah buat teman-teman yang ingin mencoba berternak cacing atau usaha produksi obat tradisional/alami dari cacing, silahkan pelajari dibawah ini :


1. Ternak Cacing
2. Cara Membuat obat dari cacing
3. Direktori Usaha Budidaya dan Olahan Caing Tanah