Kamis, 24 November 2011

Teknik Budidaya dan Pemeliharaan Belut

a. Tempat/Lokasi Budidaya

Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.

b. Pembuatan kolam

Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.

c. Media Pemeliharaan

Kolam budidaya belut menggunakan media pemelihaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
  1. Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
  2. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
  3. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
  4. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
  5. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
  6. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
  7. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
  8. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.

Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.

d. Pemilihan Benih

Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.

Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.

Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
1. Ciri Induk Belut Jantan
  • Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
  • Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
  • Bentuk kepala tumpul.
  • Usia diatas sepuluh bulan.
2. Ciri Induk Belut Betina
  • Berukuran panjang 20-30 cm.
  • Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda.
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut.
  • Bentuk kepala runcing.
  • Usia dibawah sembilan bulan.

e. Perkembangan Belut

Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U”dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.

f. Penetasan

Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.

g. Makanan dan kebiasaan makan

Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.

h. Hama belut

Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.
Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan.
Perlakukan pasca panenpun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.
Belut merupakan makanan bergizi yang layak dikonsumsi manusia, sehingga dapat dipasarkan dimanapun, baik lokal maupun ekspor dengan harga yang cukup menguntungkan.

Sumber : Koperasi Cipta Usaha Mandiri 1 1 (http://trimudilah.wordpress.com/2006/12/05/budidaya-belut-3/)

Resep Keripik Jamur Tiram

Cara Membuatnya :
  • Siapkan jamur tiram putih/tiram kelabu dalam kondisi yang segar secukupnya. ( Jumlah Anda kira-kira sendiri sesuai dengan bumbu yang disiapkan )
  • Potong kecil-kecil jamur tiram, lalu bersihkan dengan air.
  • Untuk menghilangkan bau jamur dan mensterilkan, bisa direbus sebentar dalam air panas, atau dikukus.
  • Siapkan kurang lebih 500 gram tepung beras dicampur dengan sekitar 2 bungkus tepung bumbu ( tepung bumbu crispy buat ayam atau yang lainnya ).
  • Campuran tepung ini bisa juga langsung diberi rasa - rasa    ( barbeque,  keju,  ayam bakar,  pizza,  dsb dst ), tetapi biasanya diberi rasa-rasa tersebut di akhir setelah penggorengan.
  • Jamur yang sudah disterilkan tadi, dicampur dengan tepung-tepung bumbu yang sudah disiapkan.
  • Goreng jamur menggunakan minyak kelapa. Di sini anehnya, jamur goreng ngga mau pake minyak goreng biasa…nanti cepat gosong dan rasanya kurang renyah.. Goreng jamur hingga kecoklatan dan kelihatan pas.
  • Tiriskan jamur, bisa langsung dinikmati.
  • Bisa juga dicampurkan rasa-rasa barbeque, keju, ayam bakar, pizza, jagung bakar, dsb.
Sumber : http://resepmasakanindonesia.info/resep-keripik-jamur-tiram-3/

    Kamis, 10 November 2011

    Ultimate Guide To Job Interview Answers

    New: Higher $37 Pricepoint & It Converts Even Better! You Make Over $20 Per Sale With The 61% Commish. Successful Product On CB For 7 Years Now. Large "hungry Crowd" Of Buyers Always There. If You Have A Jobs Or Career Site, This Is A Winner. Click Here!

    Real Writing Jobs

    New & Improved Pricing Structure With Multiple Price Points, Downsells, And Upsells. Doing Better Than Ever! Plus, We Keep Emailing All Interested Users With Your Affiliate Link In The Emails To Make Sure You Get Credit! Realwritingjobs Click Here!

    Surveyspaid.com

    New Design Is Getting *insane* Conversions (4%+)! If You Promote Surveys, You Need To Give Our Site A Try- We Promise You Will Be Happy! We Use Geotargeting And Downsells. Converts Great With International Traffic. Email Followups With Your CB Id! Click Here!

    The Diet Solution Program

    Super High Converting Weight Loss & Nutrition Site With Awesome Sales Video Filled With Real Content. Find Out How You Can Cash In Too: Click Here!