Tampilkan postingan dengan label pupuk organik/kandang/kompos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk organik/kandang/kompos. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Franchise Toko Online di BANDUNG


Dicari Saya sedang mencari 3 cabang Franchise Toko Online di BANDUNG, Bisa Balik Modal di bulan 1 – 3. Potensi penghasilan Rp.10jt-Rp.100jt/bulan, Investasi sangat minimal,  tidak perlu tempat, dan dapat dikerjakan kapan saja dan dimana saja Sudah disediakan Training online +Mentoring bisnis.
Atau info lengkap online di klik disini 








Selasa, 16 November 2010

Cara Membuat Pupuk Organik

Bahan & Alat :
1. Sampah organik dan larutan dekomposer (bakteri pengurai Rp. 20 ribu/lier);
2. Komposter berupa drum plastik atau bak penampungan.

Tahapan Membuat :
1. Pilih sampah antara yang organik dan an-organik seperti plastik, koran, kaca, kardus dll.
2. Cacah sampah dengan menggunakan pisau atau golok hingga berukuran kecil.
3. Masukan cacahan sampah dalam drum plastik atau bak penampungan.
4. Masukan larutan dekomposer (bakteri pengurai). Upayakan timbunan sampah lembab, maka tutup drum dengan penutupnya.
5. Putar balik sampah secara periodik 3-4 hari sekali untuk memberikan sirkulasi udara ke dalam kompos. Atau bisa juga masukan selang/pipa plastik dalam drum sehingga ada sirkulasi udara.
6. Diamkan selama sekitar 14-18 hari dan samaph organik itu berubah warna menjadi warna cokelat kehitaman menyerupai warna tanah (humus) dan menyusut 60-80% nya.
7. Keluarkan pupuk dari drum dan dikeringkan dibawah terik matahari.
8. Pupuk di ayak dan di saring.
9. Pupuk siap dikemas dan siap dijaual.


Sumber : Sumber : Peluang Usaha edisi : 03.th VI 29-10 s.d 11-11-2010




Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Baha Baku :
1. Tanaman Hortukultura (berupa daun-daunan dan buah-buahan segar).
2. Zat media tumbuh bakteri (berupa serbuj putih).
3. Air (peerbandingan air dengan tanaman 3:1).

Alat :
Fermentator berupa tabung/drum plastik, juicer, mixer dan botol kemasan.

Cara Membuat :
1. Daun-daunan dan buah dirajang untuk selanjutnya dijus, tambhakan media tumbuh bakteri dimana dalam 60 liter jus bisa dicampur dengan 1 kg media tumbuh bakteri.
2. Biarkan selama 1 minggu dan bakteri akan tumbuh dengan sendirinya. Bakteri Azospirillium sp., Azotobacter sp., Pseudomonas sp., Rhizobium sp., Baccilius sp. dan bakteri pelarut fosfat.
Pupuk Cair pun siap dikemas dalam botol plastik ukuran 0.5-1 liter, dan tutup rapat.


Sumber : Peluang Usaha edisi : 03.th VI 29-10 s.d 11-11-2010


Senin, 29 Juni 2009

Cara Membuat Pupuk Kompos Cair

http://peluangusahauntukanda.blogspot.com/2009/06/cara-membuat-pupuk-kompos-cair.htmlWadah yang digunakan untuk membuat pupuk cair, yakni berupa drum plastik kapasitas 200 liter. Sebagai bahan baku utama digunakan susu cair kadaluarsa sebanyak 60% kapasitas durm.


Kemudian ditambahkan 15 kg cacahan limbah sayuran, buah, udang dan ikan, 15 kg kotoran ternak dan 15 kg dedak dan larutan aktif EM4 sebanyak 120 ml.

Tutup drum supaya tidak ada serangga yang masuk. Bisa menggunakan plastik yang dilubangi kecil-kecil, atau karung dan lakukan pengadukan sekali setiap hari.

Pupuk kompos cair akan matang dalam waktu 2 minggu. Kemudian dipisahkan antara cairan dn padatan dengan mesin pengepres (mesin cuci yang di modifikasi) dimana cairan dikeluarkan, dan yang tertinggal padatanya. Padatan yang tersisa bisa digunakan kembali untuk pembuatan pupuk kompos padat. Jadi tak ada sedikit pun bahan yang terbuang percuma.



Sumber : Peluang Usaha N. 18 Edisi 08-21 Mei 2009


Cara Membuat Kompos Limbah Rumah Tangga

Pertama, siapkan 2 jenis tempat sampah, yakni tempat sampah organik (penampung limbah sayur, buah, sisa makanan, jeroan ikan dan kulit udang) dan tempat sampah non-organik (penampung limbah kertas, tetrapak, amplop surat, bungkus roti, plastik).

Kedua, pilih limbah dari tempat sampah organik. Cincang kecil limbah tersebut dengan ukuran 1-2 cm. Sore hari masukan limbah tersebut ke lahan kosong/lubang tanah ukuran 1 x 2 m hingga lubang penuh terisi limbah. Limbah rumah tangga biasanya bersifat basah sehingga sangat berbau. Untuk mengurangi tingkat kebasahannya diberikan satu gaenggam taburan serutan kayu ataupun "deodorant sampuk" (seperti serbuk arang yang kompsosisinya hanya berupa karbon). Yang terpenting adonan kompos itu lembab, Ketika digenggam dan diperas airnya tidak menetes, namun setelah genggaman dibuka tangan kita akan basah. Jadi tidak dalam keadaan benar-benar kering.

Ketiga, kemudian taburkan 1 sendok bakteri yang berbentuk bubuk ke dalam tumpukan limbah rumah tangga tersebut. Tutup lubang tanah tersebut baik dengan plasitk/karung atau penutup lainnya, asalkan masih terdapat sedikit celah udara. Adukan bahan kompos tersebut setiap hari. alhasil pupuk kompos akan matang dalam waktu 7-10 hari.


Sumber : Peluang Usaha No.: 18 Edisi 08-21 Mei 2009


Cara Membuat Kompos Padat

Hal pertama yang penting dilakukan adalah dengan membuat lubang kompos ukuran 1x2 m dengan kedalaman sekitar 1 m. Sebaiknya buat 3 lubang, agar berguna untuk tempat pembiakan pupuk.


Kedua siapkan limbah pasar (sayuran, buah, udang dan ikan) yang telah dicacah halus, kotoran ternak (ayam/bebek/sapi/domba) serta dedak dengan perbandingan 1 ton limbah, 900 kg kotoran ternak, dan 100 kg dedak. Kemudian aduk samapai rata.

Ketiga siapkan molase tebu (bila tidak ada bisa juga menggunakan gula pasir/gula merah)dan bakteri pengompos berupa EM4. Untuk mangaktifkan bakteri sebaiknya EM4 dicmpur dalam larutan gula pasir/gula merah pekat dengan komposisi 1/2 kg gula dan sedikit air sebagai pelarut untuk 1 liter EM4. Atau bisa juga dengan hanya mencampur 1 L molose tebu dengan 1 L EM4. Jika ingin membuat 1 ton pupuk kompos, larutan pekat molose tebu atau gula bisa diencerkan dengan 100 liter air, agar bahan kompos tercampur bakteri secara merata.

Keempat masukan bahan baku kompos dalam lubang kompos menjadi beberapa tumpuk lapisan. Berikan sedikit air, supaya agak sedikit lembab. Jangan lupa disetiap lapisan disemprot larutan EM4 yang telah diaktifkan tersebut. Tinggikan tumpukan biasanya mencapai 1-1,5 m.

Kelima, kemudian tutup dengan lapisan tanah tipis, dan barulah tutup dengan terpal/karung/plastik atau daun-daun kelapa. Kalau menggunakan plastik usahakan plastik tersebut dibuat lubang-lubang kecil agar ada sirkulasi udara.

Keenam, setiap hari perlu dilakukan pengontrolan terhadap suhu dan kelembaban pupuk. Pengontrolan bisa dilakukan dengan menusukkan sepotong kayu atau sebilah bambu. Kemudian pegang bambu/kayu tersebut, apakah panas atau basah. Jika terlalu panas, tambahkan sedikit susu cair. Namun jika terlalu lembab bisa ditambahkan dengan sedikit serbuk gergaji. Suhu sebiknya 50 derajat C.

Ketujuh, lakukan pembalikan bahan kompos tersebut sekali setiap hari. Tujuannya mengurangi kelembaban/tingginya suhu. Pembalikan dilakukan dengan memindahkan lapisan pupuk lubang pertama ke lubang kompos kedua yang masih kosong, begitu seterusnya. Usahakan selama pembuatan kompos tidak terkena sinar matahari maka banyak kandungan hara mudah menguap, misalnya Nitrogen. Sedangkan bila kena hujan, maka akan membsusuk dan bau, selain itu haranya yang dikandung hanyut terbawa air.

Dan terakhir pupuk kompos padat akan matang dalam waktu 10 hari.



Sumber : Peluang Usaha No. 18/THN/V/08-21 Mei 2009